You are here: Home »


WASHINGTON - Intelijen Amerika Serikat (AS) mengidentifikasi tiga kapal amfibi Rusia diyakini membawa senjata, yang mungkin saja diberikan kepada Pemerintah Suriah. Kecurigaan itu disampaikan oleh pihak Pentagon yang terendus oleh CNN.

"Amerika terus melacak kapal itu sejak pertama kali meninggalkan pelabuhan Rusia beberapa hari lalu. Satelit milik AS mampu melihat indikasi bahwa kontainer dimuat ke dalam kapal," ujar pihak CNN, Kamis (6/6/2013).

"Meski belum bisa dikonfirmasi, kapal itu dicurigai membawa muatan rudal milik Rusia S-300 atau senjata lainnya yang ditujukan untuk Suriah," imbuh CNN.

Negeri Paman Sam selama ini terus menekan Rusia untuk tidak mengirim sistem rudal itu ke Suriah karena akan memperkuat pertahanan udara Pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad. Assad selama ini harus menghadapi serangan dari pasukan oposisi Suriah yang menginginkannya lengser dari kekuasaan.

Namun pihak AS memastikan mereka tidak melihat adanya helikopter militer yang dimuat di kapal amfibi tersebut. Suriah memang diyakini menambah helikopter untuk memperkuat militer mereka. Namun dugaan itu masih belum terbukti.


RANCHO MIRAGE- Dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengaku negaranya sangat menyambut "perkembangan kekuatan damai" yang dialami China saat ini. Obama pun memanfaatkan pertemuan itu untuk membahas masalah seputar keamanan cyber.

Pertemuan antar dua kepala negara itu dilakukan di salah satu tempat mewah bernuansa gurun pasir di California. Banyak hal positif yang dibahas oleh Obama dan Xi lewat pertemuan bilateral itu.

"AS menyambut kelanjutan perkembangan kekuatan secara damai yang dialami China, sebagai kekuatan dunia," ujar Obama, seperti dikutip Reuters, Sabtu (8/6/2013).

Xi pun mengingatkan kembali pentingnya pembinaan hubungan bilateral yang baik antara AS dan China karena hal itu bisa menimbulkan keuntungan bagi dunia. Menurut Xi, hubungan baik AS dan China juga bisa menjadi model baru bagi "hubungan negara besar."

Seperti diketahui, isu mengenai peretasan dan keamanan cyber turut disinggung Obama dalam perbincangannya dengan Xi. Di saat AS mengklaim bahwa mereka dimata-matai oleh China, China pun menyatakan hal sebaliknya. China justru mengatakan, merekalah yang merupakan korban peretasan, dan mereka memiliki segudang bukti dari kejahatan peretasan yang dilakukan AS.

Xi sama sekali tidak menyinggung isu peretasan ketika berbicara di depan media. Beberapa media pun berasumsi, suasana hati presiden bertubuh tinggi besar itu sedang tidak baik.

Meski demikian, Xi mengutarakan sedikit kekecewaannya pada kebijakan keamanan AS terhadap Asia. Beijing memandang kebijakan itu sebagai ancaman tersendiri, meski Negeri Paman Sam tak henti-hentinya memberikan penjelasan pada mereka


DAMASKUS - Kementerian Luar Negeri Suriah menyambut tawaran dari Rusia yang ingin menggantikan posisi Austria di Dataran Tinggi Golan. Namun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) keberatan akan inisatif tersebut.

Pada dasarnya, PBB cukup mengapresiasi sikap Negeri Beruang Merah mengenai hal ini. Meski demikian, mereka mengingatkan kembali dengan Perjanjian Pelepasan dan protokol yang disepakati Israel dan Suriah terkait gencatan senjata di Golan.

Saat perjanjian itu disepakati, kedua pihak tersebut menentang campur tangan pasukan dari negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dalam misi perdamaian untuk pemantauan gencatan senjata. Kehadiran pasukan Rusia di Suriah turut dipandang bermotif politik, pasalnya, Rusia adalah salah satu negara yang mendukung Pemerintah Suriah.

"Kami mengapresiasi saran yang diberikan Federasi Rusia mengenai pengiriman pasukan ke Golan. Namun Perjanjian Pelepasan dan protokol yang disepakati Suriah dan Israel tidak akan mengizinkan negara anggota tetap DK PBB berpartisipasi dalam UNDOF," ujar juru bicara PBB Martin Nesirky, seperti dikutip Reuters, Sabtu (8/6/2013).

Seperti diketahui, keputusan penarikan 377 pasukan Austria disebabkan karena konflik domestik Suriah yang sudah mengalami eskalasi. Fraksi oposisi Suriah seringkali menerobos perbatasan di dekat Golan dan berseteru dengan pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Kanselir Austria Werner Faymann dan Menteri Luar Negeri Michael Spindelegger mengatakan bahwa kedua fraksi itu berkelahi untuk merebut kendali wilayah perbatasan. Keputusan penarikan pasukan Austria di Golan turut disesali oleh PBB. Dan saat ini, PBB pun menawarkan beberapa negara untuk menambah jumlah pasukannya di wilayah itu.


OSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan pengiriman pasukan negaranya ke Dataran Tinggi Golan tepat setelah Austria menarik pasukannya. Salah satu alasan Austria menarik pasukannya dari korps pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah karena situasi keamanan yang sangat rawan.
"Tentu saja, hal ini (pengiriman pasukan) bisa terjadi bila negara-negara di kawasan menanggapi baik usulan kami. Ini juga akan terlaksana bila Sekretaris Jendral PBB meminta kami," ujar Putin, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (8//6/2013).

Dalam kesempatan itu, Putin menyinggung bagaimana Sekjen PBB Ban Ki-Moon meminta Rusia meningkatkan jumlah pasukannya yang tergabung dalam operasi pasukan perdamaian PBB. Namun inisiatif itu tidak disetujui juru bicara departemen operasi perdamaian PBB Josephine Guererro.

Insiatif itupun dibahas oleh Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin dalam rapat Dewan Keamanan PBB. Churkin menegaskan, anggota DK PBB sepakat Suriah dan Israel harus menerima kehadiran pasukan Rusia di Golan.

Pada Jumat kemarin, Kremlin pun melaporkan bahwa Putin dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendiskusikan isu Suriah lewat perbincangan telepon. Namun Kremlin tidak memaparkan lebih rinci mengenai perbincangan itu.

Sejauh ini, PBB masih disibukkan untuk mencari pasukan pengganti pasukan Austria dalam operasi perdamaian. Misi operasi perdamaian di wilayah itu memang cukup sulit, beberapa pasukan perdamaian juga sempat menjadi korban penculikan kelompok bersenjata.

Negeri Beruang Merah saat ini juga masih menunggu reaksi dari Suriah dan Israel mengenai inisiatif itu. Mereka akan mendiskusikan masalah ini dengan beberapa negara anggota tetap DK PBB lainnya.


DERA ISMAIL KHAN - Tepat pada setelah Pakistan menunjuk Nawaz Sharif sebagai perdana menteri, pesawat pengebom tak berawak Amerika Serikat (AS) melakukan bombardir. Bombardir itupun menewaskan tujuh orang warga di wilayah utara Pakistan.

Dalam pidato pertama di pelantikannya, Sharif menegaskan bahwa serangan pesawat tak berawak yang dilakukan AS harus dihentikan secepatnya. Menurut Sharif, operasi pesawat itu merupakan pelanggaran kedaulatan Pakistan. Demikian, seperti diberitakan Reuters, Sabtu (8/6/2013).

Pengeboman itu terjadi 10 hari setelah AS menggelar operasi serupa di pedalaman Pakistan. Serangan sebelumnya dinyatakan menewaskan wakil pemimpin Taliban Wali ur-Rehman dan enam orang personel militan lain.

Pengeboman itu dianggap sebagai pukulan telak ke Taliban namun turut memunculkan konsekuensi tersendiri. Taliban mulai enggan berdialog dengan Pakistan atas serangan tersebut.

Meski operasi pesawat itu mendapat kecaman keras dari pemerintahan baru di Pakistan, AS tidak pernah menghiraukan peringatan itu. Pada Mei lalu, Presiden Barack Obama mengatakan, pemerintahannya akan mengurangi operasi pesawatnya. Mereka pun hanya menjalankan operasi itu pada saat-saat tertentu bila muncul ancaman. Namun operasi itu masih berjalan hingga kini.



FIRENZE – Jorge Lorenzo berhasil mencatat kemenangan ketiga beruntun di Sirkuit Mugello. Lorenzo mengaku GP Italia kali ini merupakan sebuah balapan yang sangat sulit.

Pembalap pabrikan Yamaha itu memulai balapan dari posisi kedua, tapi berhasil mengambil keuntungan dengan kesalahan yang dibuat Dani Pedrosa, yang melebar pada Turn 1 di MotoGP Italia.

Perlu diketahui, ini merupakan kemenangan kedua Lorenzo pada balapan MotoGP musim ini. Pembalap 26 tahun itu menyadari tidak akan mudah melewati balapan di Sirkuit Mugello, Minggu kemarin.

“Saya tahu ini akan menjadi sebuah balapan yang sangat berat karena lintasan semakin panas ketimbang sesi pagi hari. Pada pagi hari kami cukup cepat, kami juga cepat di sore hari, tapi tidak sama, hanya tiga atau empat detik lebih lambat,” kata Lorenzo.

“Pedrosa terus membuntuti saya sekitar 13 lap. Tapi pada lap 13, saya sedikit menggeber motor dan ini memberikan sedikit keuntungan, jadi balapan semakin mudah sejak saat itu,” lanjut pembalap asal Spanyol itu, diberitakan situs MotoGP.

Dengan kemenangan ini, maka Lorenzo berhasil naik ke peringkat kedua dengan ketinggalan 12 poin dari pemuncak klasemen Pedrosa. Juara bertahan MotoGP itu melewati Marc Marquez yang terjatuh di Mugello.


BANGKOK – Para pebulutangkis tunggal putri Indonesia akan ditantang wakil tuan rumah di babak pertama Thailand Open Grand Prix Gold 2013, di Bangkok pada 4-9 Juni 2013.

Setidaknya empat dari enam wakil tunggal putri dijadwalkan harus bertemu pemain Thailand, termasuk Maria Febe Kusumastuti yang ditantang unggulan kedua, Ratchanok Intanon. Bukan hal mudah bagi Febe untuk menghadapi lawannya yang merupakan pemain rangking lima dunia tersebut.

“Saya harus meningkatkan rasa percaya diri melawan dia. Ratchanok adalah pemain yang ulet dan punya senjata yang mematikan” ujar Febe, seperti dilansir situs resmi PBSI, Minggu (2/6/2013).

Dalam tiga kali pertemuannya dengan Ratchanok, Febe tercatat belum pernah sekalipun menang dari peraih gelar juara India Open Superseries 2013 ini. Namun, tentunya peluang tetap terbuka bagi Febe yang kini bertengger di peringkat 50 dunia. Ia pun bertekad untuk membalas kekalahannya dari juara dunia junior tiga kali tersebut.

“Sekarang saya fokus latihan untuk persiapan ke Thailand. Dalam menghadapi dia saya harus bermain rally dengan banyak variasi pukulan dan meningkatkan speed,” katanya.

Selain Febe, tiga pemain lainnya juga akan berhadapan dengan pemain asal Thailand. Mereka adalah Hera Desi Ana Rachmawati (rangking 36 dunia) vs Busanan Ongbumrungpan (21), Yeni Asmarani (53) vs Sapsiree Taerattanachai (18) dan Febby Angguni (60) vs Salakjit Ponsana (83).

Sementara itu, Renna Suwarno juga dihadapkan dengan lawan berat di babak pertama. Saina Nehwal, juara bertahan asal India akan menjadi lawan Renna untuk memperebutkan tiket ke babak kedua. Maziyyah Nadhir mendapat undian yang cukup menguntungkan. Pemain rangking 75 dunia ini akan berhadapan dengan Hsu Ya Ching, wakil Taiwan yang memiliki peringkat 110 dunia.

Links

Comments